Opini dari: Sukmadji Indro TjahyonoPendiri Partai Hanura
Aktivis mahasiswa era 77/78
*** ANAS, Oh Anas. Rambut licin selalu kau keramas, paras pun kelimis selalu kau rias, itulah engkau Anas. Namun tak kusangka di balik sikap yang memelas, ternyata engkau benar-benar ganas.
Aku pun baru tahu sifatmu begitu culas, dan kau pun tak pernah kenal kata puas. Nafsumu demikian buas, bak gurita lapar dari Cikeas.
Semua orang menuntut engkau suap hingga puas, agar bisa mendukungmu sampai tuntas. Miliaran rupiah uang di brankas, telah engkau sikat sampai tandas.
Namun engkau memang terkesan trengginas, itulah mengapa KPK urung melibas. Kini banyak orang tuntut jabatan ketua umum engkau lepas, tapi engkau malah hanya kipas-kipas.
Pembinamu hanya bisa berdiri lemas, karena ia waswas engkau akan main keras. Awas pak polisi terus awasi Anas, jangan sampai ia lepas. Beri ia kesempatan bersenang-senang dulu sampai puas, sebentar lagi ia pasti masuk Lapas.[***]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar